Rabu, 12 September 2012

Serba Serbi Arema 3

SPONSOR
Wearemania.net -
Pada Liga Indonesia VII Arema mendapat suntikan dana sponsor dari PT Semesta Citra Intan,produsen sepeda motor merek Kanzen yang didirikan Rini Soewandi, mantan menteri Perindustrian dan Perdagangan di era pemerintahan Megawati Sukarnoputri.

Dari program kemitraan antara kedua belah pihak, Arema mendapatkan komitmen dana senilai Rp 1 milyar yang dikucurkan bertahap sepanjang kompetisi.

Untuk mengarungi kompetisi, Iwan Budianto manager Arema kala itu berniat menjual aboard, papan iklan di pinggir lapangan arena pertandingan seharga Rp 5 juta untuk setiap aboard yang terpasang. Hingga akhir musim ditargetkan pemasukan sebesar Rp 500 juta dari penjualan aboard ini

PEMAIN ASING ASIA
Terlepas bahwa Alex Stiokos dan Michael pernah membela Arema di musim 1995/1996 berasal dari Australia yang sekarang sudah berafiliasi dengan Asoasiasi Sepakbola Asia(AFC) namun pemain asing dari lingkup Asia pertama yang membela Arema berasal dari Korea Selatan, Han Yong Kuk yang membela Arema untuk setengah musim di tahun 2001(pada pertengahan 90an Australia masih tergabung dalam Konfederasi Sepakbola Oceania/OFC)
Pemain Asia pertama hampir saja dicatat oleh pemain Jepang bernama Sasaki Imei, beberapa bulan sebelum Han Yong Kuk bergabung, namun faktor selera menjadi alasan Daniel Rukito untuk meminta klub Arema mengontrak pemain tersebut.
Debut pertama Han Yong Kuk bersama Arema terjadi ketika melawan PSM Makassar di Stadion Gajayana Malang yang berakhir dengan skor 0-1 untuk keunggulan juara bertahan, PSM. Menariknya, pada pertandingan tersebut ada pemain asing Arema lagi yang mencatatkan debut yaitu Bamidelle Frank Bob Manuel yang berasal dari Nigeria.
TAWURAN
Buntut tawuran pemain ketika berlangsung pertandingan derby Persema melawan Arema di Stadion Gajayana Malang, 25 Februari 2001 tidak hanya hukuman kartu merah kepada pemain seperti Jean Michael Babouaken(Persema) dan Joko Susilo(Arema) tetapi juga terdapat korban fisik diantara kedua pemain diantaranya :
Persema : Agus Setiawan(gigi patah, muka dan leher terkena cakar), J.M. Babouaken(badan lebam-lebam)
Arema : Joko Susilo(bibir pecah), Kuncoro(tangan terkilir, bibir pecah), Aris Susanto(pipi kanan robek)
Di beberapa media massa seperti Jawa Pos dan Malang Post sempat disebutkan bahwa insiden tawuran yang berlangsung dimenit ke-31 terbaca sejak menit pertama ketika Jean Michael Babouaken bermain kasar dengan melabrak bek Arema, Aris Susanto dan membuatnya tergeletak dan membuat emosi pemain Arema naik darah.
Wasit I Made Witarka mengganjar Jean Michael Babouaken dengan hukuman kartu kuning. Namun selepas itu, alur pertandingan berlangsung dalam tempo kasar dan beberapa kali adu fisik terjadi diantara kedua tim.
SANKSI
Buntut dari insiden tawuran pada derby Malang yang berlangsung 25 Februari 2001 tersebut, Komdis PSSI menjatuhkan beberapa sanksi diantaranya :
Arema :
Iwan Budianto, dilarang mendampingi tim hingga berakhirnya musim kompetisi.
Harianto, dilarang bermain sepakbola dibawah lingkungan PSSI selama 1 tahun plus denda 1 juta rupiah.
I Putu Gede, Kuncoro, Charis Julianto, dan Joko Susilo dengan hukuman percobaan selama 5 pertandingan. Jika kembali berbuat ulah maka akan diganjar sanksi bermain sebanyak 3 pertandingan.
Sedangkan untuk Persema sendiri tidak masuk dalam agenda hukuman Komdis PSSI yang dijatuhkan pada tanggal 7 Maret 2001.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar