Selasa, 08 Januari 2013

Merindukan Sang Dwi Warna itu Menari-nari Lagi Kapan Ker??

Kadit Kangen Suasana Koyok ngene a Nawak...
iling-ilengen pas sek licek ker..Tail Arema Di Gajayana Mbek Pakde Ayas...Garai Terharu....

Sang Dwi Warna itu tampak menari-nari di tengah hamparan rumput
Stadion Gajayana Malang. Di samping puluhan Aremania tampak bersatu
padu memanggulnya. Bahkan puluhan bendera merah putih kecil tampak
berjejer seperti siap menjadi pengawal induknya. Sejurus kemudian
hanya satu komandu Koor "Padamu Negeri" nan membahana menyeruak ke
seluruh penjuru Stadion.

Masih Ingat Atraksi Bendera yang tiap pertandingan selalu dikibarkan
oleh Aremania di Lapangan tiap kali Arema bertanding. Jika ya tentu
kita ingat bagaimana beberapa tahun yang lalu Atraksi ini menghadirkan
pesona tatkala Arema bertanding di Stadion Gajayana Malang.

Atraksi ini memang singkat, tidak perlu butuh waktu lebih dari 5-10
menit. Tapi begitu Anda menyaksikannya dijamin hati ini tergetar
karenanya. Apalagi jika prosesi nan singkat ini diiringi dengan
gemuruh nyanyian Padamu Negeri oleh segenap Aremania. Meski gempitanya
belum mampu menyaingi Anfield, San Siro, Camp Nou ataupun lainnya.
Namun untuk ukuran Asia jaminan akan takjubnya hati Anda akan selalu
ada.

Publik boleh memandang ini hanyalah sekedar atraksi belaka. Namun bagi
segelintir orang ada makna lebih di balik Atraksi Bendera ini. Di satu
sisi ini adalah sebuah karya monumental khas, bukan saja sebagai
pembaharu namun juga pendobrak bagi iklim suporter di indonesia waktu
itu. Nyaris sampai sekarang belum ada yang mampu meniru bahkan
menyamai prestasi monumental ini. Toh hal ini mungkin sama ketika kita
mambandingkannya sebagai suatu karya seni, sama seperti ketika Anda
menonton tayangan populer Masquerade di televisi.

Namun itu dulu, Gegap gempita Atraksi Bendera yang melegenda ini
sekarang tidak muncul lagi. Terakhir saya menyaksikan sendiri tatkala
Arema bertanding melawan Persija pada Januari 2002. Itu adalah
terakhir kali rasanya Sang Saka berkibar di belantara Stadion Gajayana
Malang.

Percaya atau tidak, lewat atraksi itu para Pemain Arema seakan
memiliki doping legal ketika akan memulai pertandingan. Bahkan pemain
Arema kala itu, Nanang Supriadi berkata bahwa ia akan merinding ketika
akan menginjakkan kaki di lapangan.

Namun masa kejayaan atraksi itu seakan pudar di telan waktu.Sudah lama
Aremania maupun Aremanita tidak menyaksikan atraksi yang melegenda
itu. Andai Atraksi itu muncul kembali tentu bukan saja 1-2 orang saja
yang merindukan. Syaa yakin seluruh Aremania ataupun Aremanita juga
merindukan hal ini.

Jika menilik prestasi Arema belakangan ini tentu kita patut prihatin,
Sebagai Suporter setia salah satu tugas kita adalah memberikan
dukungan semaksimal mungkin kepada Tim Kesayangan kita ini. Dukungan
tidak hanya berupa kuantitas tetapi juga kualitas. Percayalah sebagai
kuantitas Arema adalah salah satu yang terbaik tapi untuk menjaga
Kualitas diperlukan setidaknya curahan energi tersendiri untuk ini.

Kita bisa menghadirkan sebuah surprise tersendiri untuk Tim Arema.
Dari 24 pemain Arema sekarang ini, kalau kita hitung mundur beberapa
tahun yang lalu terlihat bahwa dulu mereka bukan sebagai Skuad Arema.
Simak saja Hendro Kartiko, tahun 2002 ia masih membela PSM Makassar.
Ketika Aremania menyajikan Atraksi Bendera pada waktu PSM bertandang
ke Malang ia bertindak sebagai pemain Tim lawan.

Seandainya kita bisa menghadirkan kembali Atraksi Bendera yang
sekiranya belum pernah dilihat atau dirasakan pemain Arema sekarang
ini, tentu mereka akan merasa tertegun seperti orang yang baru
menemukan sesuatu yang berarti bagi dirinya sendiri. Atraksi Bendera
ini adalah salah satu dorongan moril tersendiri bagi Pemain Arema
tatkala mereka terpuruk.

Kabar terakhir yang saya dapat Bendera Raksasa itu sudah rusak dan
sulit untuk dipergunakan kembali. Bendera Raksasa kepunyaan Mapala
Jonggring Salaka ini akan tetap menjadi legenda para Aremania.
Siapapun pemain Arema akan selalu bergetar sanubarinya jika melihat
atraksi ini. Terlebih bagi Ponaryo, dkk yang masih butuh support untuk
mengembalikan moril yang sempat terkoyak.

Ayo Urunan Ker!

Salam Satu Jiwa

http://groups.yahoo.com/group/arema/message/13352

Tidak ada komentar:

Posting Komentar