Sabtu, 10 November 2012

Arema Dari Masa Ke Masa (4)

Perjalanan Arema di Galatama XIII 1993/94 

Di kompetisi 1993/94, kompetisi bertitle Kodak Galatama XIII. Kompetisi dibagi menjadi 2 wilayah, wilayah timur 8 tim dan wilayah barat 9 tim. Kompetisi berjalan 4x putaran. Di awal-awal liga Arema sudah mengalami masalah, Singgih Pitono terlibat baku pukul dengan pemain Mitra Surabaya yang juga ex Arema Lulut "Doyok" Kistono. Sehingga kedua pemain itu mendapatkan ganjaran sanksi 1 tahun tidak boleh aktif di sepak bola Nasional. Kondisi ini berdampak buruk pada penampilan Arema . Arema yang tergabung di wilayah timur di klasemen akhir menduduki urutan 6. Di tahun inilah Nanang Supriyadi melakoni debutnya bersama Arema.

Di kompetisi Galatama XIII mencatat Ansyari Lubis sebagai pemain termahal dengan nilai 10 juta rupiah setelah ia ditranfer oleh Pelita Jaya dari Medan Jaya.


Galatama XIII 1993/94
Kalsemen Akhir Babak Penyisihan:


Wilayah Barat
1. Medan Jaya (Medan) 32 18 10 4 37-17 46 Qualified
2. Pelita Jaya (Jakarta) 32 17 10 5 49-23 44 Qualified
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
3. Semen Padang (Padang) 32 16 9 7 50-23 41
4. Arseto (Solo) 32 15 6 11 41-35 36
5. Mataram Putra (Yogyakarta) 32 11 10 11 23-31 32
6. BPD Jawa Tengah (Semarang) 32 9 10 13 34-41 28
7. Aceh Putra (Aceh) 32 6 14 12 27-34 26
8. Bandung Raya (Bandung) 32 5 12 15 23-34 22
9. Warna Agung (Jakarta) 32 4 5 23 19-66 13
NB: total goal difference -1

Wilayah Timur
1. Pupuk Kaltim (Bontang) 28 12 11 5 32-19 36 Qualified
2. Gelora Dewata '89 (Denpasar) 28 11 11 6 29-21 33 Qualified
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
3. Assyabaab Salim Group (Surabaya) 28 10 12 6 30-24 32
4. Mitra Surabaya (Surabaya) 28 7 13 8 35-36 27
5. Barito Putra (Banjarmasin) 28 8 11 9 26-35 27
6. Arema (Malang) 28 5 17 6 19-23 27
7. Petrokimia Putra (Gresik) 28 6 12 10 26-31 24
8. Putra Samarinda (Samarinda) 28 5 9 14 26-34 19

Klasemen akhir Babak final:

1. Pelita Jaya (Jakarta) 3 2 0 1 2- 1 6
2. Gelora Dewata '89 (Denpasar) 3 1 2 0 2- 1 5
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
3. Pupuk Kaltim (Bontang) 3 0 2 1 3- 4 2
4. Medan Jaya (Medan) 3 0 2 1 2- 3 2

Grand Final [ 8 Jul, Stadion Sriwedari, Solo]
Pelita Jaya 1-0 Gelora Dewata '89 [Buyung Ismu 54]
Topscorer: Ansyari Lubis (Pelita Jaya) 19 goals
Best Player: Ansyari Lubis (Pelita Jaya)


Piala Galatama/Piala Liga 1992
First Stage
First Round at Imam Bonjol Stadium, Padang
Second Round at Rawa Sakti Stadium, Lhokseumawe
Grup I

Table:
Semen Padang 42114-25qualified
Aceh Putra 41213-34
Medan Jaya 40313-53

Grup II

First Round at Siliwangi Stadium, Bandung
Second Round at Lebak Bulus Stadium, Jakarta

Table:
Pelita Jaya 42204-06qualified
Bandung Raya 41303-25
Warna Agung 40132-71

Grup III

First Round at Citarum Stadium, Semarang
Second Round at Sriwedari Stadium, Solo

Table:
BPD Jateng 41304-35qualified
Arseto Solo 41214-34
Perkesa Mataram 40312-43

Grup IV

First Round at 17 Mei Stadium, Banjarmasin
Second Round at Mulawarman Stadium, Bontang

Table:
Barito Putra 431015-27qualified
PKT Bontang 41123-43
Putra Mahakam 41031-132

Grup V (Home & Away)

20/6/1992 Petrokimia P. 1-1 Arema [Fachri Husaini 67 ; Maryanto 71]
25/6/1992 Arema0-0 Mitra
28/6/1992 Arema1-0 Assyabab [Singgih Pitono 78]
1/7/1992 Gelora Dewata 0-4 Arema

Table:
Arema Malang 42206-16qualified
Petrokimia Putra 41304-35qualified
Mitra Surabaya 41302-15
Asyabab Salim Grup Galatama41212-24
Gelora Dewata 40042-90

Second Stage

Grup A

Table
Semen Padang 21002-13
Pelita Jaya 20200-02
Petromia Putra 20111-21

Grup B

17/7/1992 Arema0-0 Barito Putra
18/7/1992 BPD 0-1 Arema [Andik 13]

Final
21/7/1992 Semen Padang 1-0 Arema [Delvi Adri 53]

Pelatih-pelatih Arema 1987-1994

1987-1989 Sinyo Aliandoe
1989-1992 Andi M Teguh
1992-1993 M Basri
1993-1994 Gusnul Yakin

Pemain-pemain Arema era Galatama VIII-XIII:

* Achmad Yono (Kiper)
* Agus Purwanto (Stoper)
* Aji Santoso (Bek kiri)
* Andhik (bek kiri/gelandang kiri)
* Andy Muhammad Sukriyan (Kiper)
* Aries Budi Prasetyo (Stoper)
* Baco Pieter (Kiper)
* Bambang Nurdiansyah (Striker)
* Dominggus Nowenik (Gelandang)
* Donny Lattuperisa (Kiper)
* Effendi Azis (Gelandang)
* Elly Rumbiak (Gelandang)
* Ferry Rumbayan (Gelandang)
* Hari Siswanto (Gelandang)
* Hilal Lahji (Bek)
* Imam Hambali (Libero)
* Jamrawi (Stoper/Libero)
* Johanes Geohera (Gelandang)
* Joko Slamet (Gelandang)
* Joko Susilo (Striker)
* Jonathan (Gelandang kiri)
* Kuncoro (Bek Kanan)
* Kusnadi Kamaludin (Bek Kanan)
* Kusnan (Gelandang)
* Lulut Kistono (Stoper)
* Mahdi Haris (Gelandang)
* Mahmudiana (Gelandang)
* (alm.) Marsaid (Gelandang)
* Maryanto (Gelandang Kanan)
* Mecky Tata (Striker)
* Muchrim Akbar (Gelandang/Striker)
* Muhammad Nizar (Gelandang)
* Nanang Hidayat (Kiper)
* Nanang Supriadi (Gelandng)
* Nurdin Lubis (Stoper)
* Patra Katri (Gelandang)
* Puji Purnawan (Gelandang)
* Sammy Betay (Gelandang)
* Singgih Pitono (Gelandang)
* Subchan Koja (Stoper)
* Suganda (Gelandang)
* Syeman Kadarusman (Striker)
* Theodorus Bitbit (Gelandang)
* Yanuar Hermansyah (Kiper)
(Aremania Kaskus id dellgazza/Heri Choeqlieg Siswanto)

 

Arema Dari Masa Ke Masa (3)

Perjalanan Arema di Galatama XII 1992/93

Juara Galatama Ker!!!

Di laga terakhir tahun 1993 saat melawan Mitra Surabaya Libero elegan Arema Imam Hambali mengalami cedera parah pada lututnya. semenjak itu Imam Hambali tidak pernah diturunkan lagi sampai ia gantung sepatu. Arema di akhir kompetisi berhasil menjuarai Galatama XII 1992/93 diatas PKT Bontang dengan poin akhir 45, dan menempatkan Singgih Pitono sebagai top scorer dengan 16 gol menjauhi rival2nya seperti Putut Widjanarko (ASGS), Agusman Riyadi(PKT), Inyong Lolombulan(BPD Jateng), Ansyari Lubis (Medan Jaya). Setelah menjuarai Galatama XII Arema mewakili Indonesia di ajang yang masih bertitle Piala Champions Asia.

Sebagai penghormatan untuk Arema sebagai Juara sekaligus penyerahan tropy Galatama dan penyerahan sepatu emas kepada Singgih P. PSSI mengadakan laga eksebisi antara Arema Vs Liga Selection (kumpulan pemain terbaik di Kompetisi Galatama). Di laga itu Arema kalah 1-2 gol satu-satunya Arema diciptakan oleh Maryanto.

Di ajang Piala Champion Asia Arema hanya mampu sampai putaran II, di putaran I Arema berhadapan dengan wakil dari Vietnam yaitu Quang Nam Dang. Di laga home Arema memenangi 1-0 go semata wayang Arema diciptakan oleh Jonathan. Di laga away Arema sempat kalah 1-0 di babak 2x45 menit, karena di ajang ini memakai sistem gugur maka pertandingan di lanjutkan ke babak tambahan. dibabak tambahan ini Arema berhasil menciptakan gol yang dicetak oleh wing back kanan Arema Kuncoro, dan Arema berhak melaju ke putaran II.

Di putaran II Arema bertemu tim tangguh dari negeri Gajah Putih Thailand, Thai Farmers Bank. Arema melakoni laga awal di Stadion Gajayana. di pertandingan itu Arema sempat tertinggal 2-0 terlebih dahulu, kemudian Arema dapat membalas melalui kepala emas Mecky Tata, dan penalty Singgih Pitono. Di laga away Arema tidak mampu menahan keperkasaan jawara Liga Thailand ini, Arema dihajar 4-1 satu-satunya gol Arema diciptakan oleh Singgih Pitono. Dan di ajang Piala Champions Asia itu sendiri akhirnya juaranya di rebut oleh Tai Farmers Bank, setelah di final menang 2-1 atas Omani Club kontestan asal Timur Tengah Oman.

Skuat Arema Galatama XII & Piala Champions Asia

Sukriyan (1) : sekarang pelatih kiper Persik Kediri
Yanuar "Begal" Hermansyah (20) : sekarang melatih Deltras Sidoarjo
Nanang Hidayat : Kiper utama Arema, terakhir ia bermain di Pusam.
Kuncoro (no punggung 19 kemudian ganti no punggung 2) bek kanan yang terkenal temparamental , di kompetisi 2009-2010 ia bermain di tim PS Mojokerto Putra
Aji Santoso (3) : bek kiri andalan Arema & Timnas ,terakhir sebagai pelatih Persisam & Persema
Joko Slamet (4) : Pemain yang berperawakan tinggi besar berambut cepak seperti TNI, posisinya sebagai gelandang bertahan, dan stopper
Agus Yuwono (5) : (gelandang, libero) diambil dari Persema / sekarang pelatih Persik
Agus Purwanto (6) : (Stopper) Pemain belakang yang terkenal dengan permainan keras tanpa kompromi, kakak dari Redi Suprianto ex Arema Ligina VI
Mecky Tata (7) : (striker) dijuluki si kepala emas top scorer Galatama IX 1988/89
Dominggus Nowenik (8) : (gelandang) dikenal dgn kontrol dadanya yang cukup lengket (koyok lem ae he...he..)
Stepanus Korwa (9) : (gelandang serang) biasa dipanggil pak tua (sekedar untuk diketahui putrinya adalah salah seorang atlet angkat besi nasional)
Jamrawi (?) terkenal sebagai pemain belakang yang keras tanpa kompromi (put I)
Joko "Gethuk" Susio (10) (striker) put II masuk dari Mitra Surabaya, hingga sekarang tetap mengabdi bersama Arema (asisten pelatih Gusnul Y)
Jonathan (11) (kiri luar) sekarang pelatih Persekam Metro FC Malang
Hari "Hunter" Siswanto (12) (gelandang) diambil dari Persema, terakhir ia menangani Persema U-18
Mahmudiana (13) dikenal gayanya yang kaku seperti robot,ia juga mempunyai keistimewaan dari tendangan canon-nya, menjadi asisten pelatih di Persiwa
Andhik (14) biasanya beroperasi sebagai gelandang kiri atau bek kiri
Imam Hambali (15) terkenal sebagai Libero elegan, di musim berikutnya ia memutuskan gantung sepatu karena cederanya g sembuh-sembuh
Singgih Pitono (16) ujung tombak andalan Arema terkenal dengan tendangan canon-nya, spesialisasi bola mati (tendangan bebas/penalty). Top scorer Galatama XI 1990/92 (21 gol), Galatama XII 1992/93 (16 gol).
Marsaid (17) (alm.) (gelandang kanan) put II masuk bersama Joko S dari Mitra Surabaya atas rekomendasi M Basri
Maryanto (18) biasa dipanggil cak to, dikenal sebagai pemain yang mempunyai umpan crossing yang terukur dari sisi kanan. posisi (kanan luar).

Pelatih: M Basri kemudian digantikan oleh Gusnul Yakin
Asisten Pelatih : Mahdi Haris
Manager: Ovan Tobing
Ketua umum : Lucky acub Zaenal
Sekretaris: Eko Subekti (lek gak salah) sekedar mengetahui tentang Eko Subekti beliau terkenal jago melobi PSSI, sekarang menjadi agen pemain, Agus Yuwono & Dwi Priyo Utomo (eks pemain Persik) adalah menantunya


Ditahun 1993 sebelum kompetisi dimulai Arema melakukan partai uji coba dengan tim dari Uni Soviet. Di Tahun itu 3 pemain Arema Aji Santoso, Dominggus Nowenik, dan Singgih Pitono dipanggil untuk mengikuti seleksi timnas Sea Games 1994 yang try out di Yunani. Di salah satu uji coba itu Timnas di berondong 10-1 oleh Aek Athens. Hasil dari seleksi itu hanya Aji Santoso yang lolos ke timnas Sea Games 1994

Galatama XII 1992/93
Participants (17):

Arema (Malang)
BPD Jateng (Semarang)
Semen Padang (Padang)
Mataram Putra (Yogyakarta)
Medan Jaya (Medan)
Arseto (Solo)
Aceh Putra (Aceh)
Assyabaab Salim Grup Surabaya (Surabaya)
Putra Mahakam (Samarinda)
Pelita Jaya (Jakarta)
Pupuk Kaltim (Bontang)
Warna Agung (Jakarta)
Petrokimia Putra (Gresik)
Gelora Dewata (Denpasar)
Mitra Surabaya (Surabaya)
Barito Putra (Banjarmasin)
Bandung Raya (Bandung)

NB:
Assyabaab (Surabaya) berganti nama menjadi Assyabaab Salim Grup Surabaya (Surabaya)
Perkesa Mataram (Yogyakarta) berrganti nama menjadi Mataram Putra (Yogyakarta)
Champions: Arema (Malang)
1. Arema Malang 32 18 9 5 5322 45
2. Pupuk Kaltim Bontang 32 17 7 8 4823 41
3. Barito Putra Banjarmasin 32 17 6 9 3621 40
4. Asyabaab SG Surabaya 32 14 10 8 4132 38
5. Gelora Dewata Denpasar 32 12 14 6 3324 38
6. Pelita Jaya Jakarta 32 14 8 10 3226 36
7. BPD Jateng Semarang 32 10 15 7 3423 35
8. Semen Padang 32 11 13 8 2930 33
9. Aceh Putra 32 9 14 9 2931 32
10. Mitra Surabaya 32 12 7 13 3934 31
11. Arseto Solo 32 8 14 10 2527 30
12. Petrokimia Gresik 32 8 12 12 3233 28
13. Medan Jaya 32 11 6 15 2439 28
14. Mataram Putra 32 6 14 12 2434 26
15. Putra Mahakam 32 7 12 13 2031 24
16. Bandung Raya 32 6 9 17 2351 21
17. Warna Agung 32 3 8 21 1556 14


Skuad Arema Juara Galatama XII 1992/93
dari kiri ke kanan
Berdir i: Lucky Acub Zaenal, Singgih Pitono, Maryanto, Hari 'Hunter' Siswanto, Mohammad Andi Sukriyan, Panus 'Pak Tua' Korwa, Agus Purwanto, Mecky Tata, Kuncoro, Nanang Hidayat, Mahmudiana, Eko Subekti
Jongkok : Mahdi Haris, Dominggus Nowenik, Andik, Agus Yuwono, Jonathan, Aji Santoso, Marsaid (alm), Imam Hambali, Joko 'Gethuk' Susilo, Ovan Tobing
(Aremania Kaskus id dellgazza/Heri Choeqlieg Siswanto)

 

Arema Dari Masa Ke Masa (2)

Perjalanan Arema di Galatama XI dan Piala Galatama 90/92

1990-1992
1990/92 Galatama XI Arema finish di urutan ke-4 dari 20 tim, dan menempatkan Singgih Pitono sebagai top scorer dgn 21 gol, Arema masih dilatih oleh Alm. Andi M Teguh. Galatama XI merupakan kompetisi terpanjang dalam sejarah persepakbolaan nasional.

1992 Arema di arsiteki M Basri. di awal tahun 1992 Arema untuk pertama kalinya bertemu dengan saudara tua Persema dalam sebuah partai eksebisi di Stadion Gajayana, dipertandingan itu terjadi kericuhan sampai-sampai pertandingan tidak dapat dilanjutkan karena terjadi perkelahian antar pemain, saat itu Kusnan dari Arema mendapatkan kartu merah dari persema aku lupa (ono sing jek eling)

Di tahun itu Arema menjadi Runner up Piala Galatama setelah mengakui keunggulan Semen Padang dengan skor 1-0 (pemenang di laga ini berhak mewakili Indonesia di ajang Piala Winners Asia). Di kompetisi Galatama sendiri di laga home Arema Vs Semen Padang, terjadi insiden pemogokan tim kabou sirah. mereka menganggap gol Arema tidak syah karena belum melewati garis gawang setelah membentur tiang gawang atas. pertandingan itu pun terhenti masih dalam kedudukan 1-1, setelah itu PSSI memberi sanksi dengan tambahan 3 gol untuk Arema sehingga menjadi 4-1 dan poin Semen Padang dikurangi 3 poin.

Pada penutup putaran I Galatama XII Arema menjadi runner up PKT Bontang. kemudian di pertengahan putaran II Arema di tinggal pelatih M Basri ke Mitra Surabaya. Di dua pertandingan Arema tanpa didampingi seorang pelatih, kemudian Arema menunujuk Gusnul Yakin sebagai pelatih. sebelumnya dia menjadi asisten pelatih PKT Zulkarnaen Pasaribu.


Galatama XI 1990-92
Klasemen Akhir:

1. Arseto 37 23 7 7 46-21 53 (Solo)
2. Pupuk Kaltim 37 22 7 8 50-24 51 (Bontang)
3. Pelita Jaya 37 19 10 8 42-24 48 (Jakarta)
4. Arema 37 18 11 8 54-29 47 (Malang)
5. Petrokimia Putra 37 15 16 6 42-24 46 (Gresik)
6. Medan Jaya 37 17 10 10 44-28 44 (Medan)
7. Barito Putra 37 13 16 8 37-25 42 (Banjarmasin)
8. Gelora Dewata 37 13 13 11 34-27 39 (Denpasar)
9. Perkesa Mataram 37 13 11 13 25-30 37 (Yogyakarta)
10. Mitra 37 11 14 12 38-30 36 (Surabaya)
11. Semen Padang 37 12 12 13 35-32 36 (Padang)
12. BPD Jateng 37 12 12 13 28-36 36 (Semarang)
13. ASGG Salim Grup Galatama 37 12 9 16 41-47 33 (Surabaya)
14. Bentoel Galatama 37 9 14 14 21-32 32 (Jember)
15. Putra Mahakam 37 8 14 15 32-47 30 (Samarinda)
16. Aceh Putra 37 8 12 17 24-57 28 (Lhokseumawe, Aceh)
17. Bandung Raya 37 8 10 19 23-39 26 (Bandung)
18. Gajah Mungkur Muria Tama 37 6 11 20 20-52 23 (Kudus, Central Java)
19. Kramayudha Tiga Berlian 19 7 5 7 25-17 19 (Bekasi)
20. Warna Agung 37 6 4 27 20-60 16 (Jakarta)

NB:
27/06/1991, Kramayudha Tiga Berlian mendapatkan sanksi hukuman selama 3 tahun
karena tidak tampil di Asian Winners Cup.
08/07/1991, Kramayudha Tiga Berlian dibubarkan oleh Chairman Kramayudha Tiga Berlian's
,H. Sjarnoebi Said. KTB hanya mengikuti kompetisi hanya setengah musim.


Put I

11/11/1990 Arema 0-0 Barito Putra
06/12/1990 Mitra1-3 Arema [Hanafing 48; Mecky Tata 67, 73, Joko Slamet 81]
13/12/1990 Bentoel0-0 Arema
20/12/1990 Arema1-0 Putra Mahakam [Joko Slamet 20]
23/12/1990 Arema1-3PKT Bontang [Mecky Tata 63, Agus Udin 29, 68 Mansyur 86]
30/12/1990 Bandung Raya 3-0 Arema [Tony Abdullah 9, Yance Srinay 17, Dadang Kurnia 59]
03/01/1991 Warna Agung 1-0 Arema [Ahmad Latif pen]
06/01/1991 Pelita Jaya 2-1 Arema [Maman Suryaman 62, Hambali 75; Dominggus Nowenik 38]
10/01/1991 KTB 0-0 Arema
14/02/1991 Perkesa Mataram 0-1 Arema [Singgih Pitono 54]
17/02/1991 Gajah Mungkur 0-0 Arema
21/02/1991 BPD Jateng 1-2 Arema [Djoko Sutrisno 12; Puji Punarwan 23, Maryanto 85]
24/02/1991 Arseto 1-1 Arema [Eduard Tjong 89; Mecky Tata 47]
03/03/1991 Arema 6-1 Aceh Putra [Singgih Pitono 27, 46, 66, Joko Slamet 35, Jonathan 43, Panus Korwa 82;
Suwarto 61]
07/03/1991 Arema 0-0 Semen Padang
10/03/1991 Arema 2-0 Medan Jaya [Joko Slamet 72, Mecky Tata 75]
02/05/1991 Arema 1-0 Gelora Dewata [Singgih Pitono 25]
12/05/1991 Arema 3-0 ASGG [Maryanto 10, Mecky Tata 23, Aji Santosa 34]
19/05/1991 Arema 0-0 Petrokimia Putra

Put II
18/07/1991 Arema 4-0 Warna Agung [Mecky Tata 6, Singgih Pitono 7, Aji Santosa 75, Joko Slamet 88]
25/07/1991 Arema 1-0 Bandung Raya [Singgih Pitono 89]
01/08/1991 Petrokimia Putra 0-0 Arema
11/08/1991 Arema 1-0 Pelita Jaya [Kusnan 24]
18/08/1991 PKT Bontang 1-0 Arema [Dasrul Bahri 18]
22/08/1991 Putra Mahakam 2-0 Arema [Masudin 53, Abdul Rauf Haci 56]
25/08/1991 Barito Putra 3-0 Arema [Buyung Ismu 5, Frans Sinatra Huwae 14, Paulce Kia 44]
01/09/1991 Arema 1-2 Arseto [Mecky Tata 8; Ricky Yakobi 33, Dedy M Darda 80]
05/09/1991 ASGG 3-3 Arema [Makmun Adnan 28, Lulut Kistono 42og, Peri Sandria 60; Maryanto 24, unknown52, Joko Slamet 81]
15/12/1991 Arema 4-1 Bentoel[Singgih Pitono 11, 19, Maryanto 16, Mahmudiana 66; Misnadi Amrizal Pribadi 66]
22/12/1991 Arema 5-1 BPD Jateng [Jonathan 31, 41 Panus Korwa 50, Singgih Pitono 53, 84; Hengky Siegers 18]
26/12/1991 Arema 3-0 Gajah Mungkur [Mahmudiana 12, 72 Singgih Pitono 18]
29/12/1991 Arema 2-0 Perkesa Mataram [Singgih Pitono 4, 13]
02/02/1992 Gelora Dewata 0-1 Arema [Unkonwn]
09/02/1992 Arema 2-1 Mitra [Singgih Pitono 55, 69; Joko Susilo 22]
16/02/1992 Semen Padang 2-2 Arema [Musfadli 18, Indra 48; Singgih Pitono 1, 13]
20/02/1992 Aceh Putra 0-3 Arema [Jonathan 46, Singgih Pitono 72, Mecky Tata 87]
23/02/1992 Medan Jaya 0-0 Arema

Piala Galatama/Piala Liga 1992

First Stage
20/6/1992 Petrokimia P. 1-1 Arema [Fachri Husaini 67 ; Maryanto 71]
25/6/1992 Arema 0-0 Mitra
28/6/1992 Arema 1-0 Asyabab [Singgih Pitono 78]
01/7/1992 Gelora Dewata 0-4 Arema

Table:
Arema Malang 4 2 2 0 6-1 6 qualified
Petrokimia Putra 4 1 3 0 4-3 5 qualified
Mitra Surabaya 4 1 3 0 2-1 5
Asyabab Salim Grup Galatama 4 1 2 1 2-2 4
Gelora Dewata 4 0 0 4 2-9 0

Second stage
17/7/1992 Arema 0-0 Barito Putra
Semifinal
18/7/1992 BPD 0-1 Arema [Andik 13]
Final
21/7/1992 Semen Padang 1-0 Arema [Delvi Adri 53]
(dellgazza/Heri Choeqlieg Siswanto)

 

Arema Dari Masa Ke Masa (1)

Perjalanan Arema di Kompetisi Galatama VIII-XIII

Ini Data dan Fakta yang Terjadi pada Sepak bola Nasional Khususnya Arema Pada Tahun 1987-1994 (Jaman Galatama) yang diambil dari www.rsssf.com, wikipedia dan dari pengalamanku menonton pertandingan di stadion hingga membaca/melihat berita2 di media cetak maupun elektronik, berikut beberapa fakta yang terjadi:

Arema 1987/88 pada awal-awal arema mengikuti Galatama edisi ke VIII ,Arema finish di urutan 6 dari 14 tim, Arema di arsiteki oleh Sinyo Aliandoe.
=================================================
Galatama VIII 1987/88
Klasemen Akhir:


1.Niac Mitra 26 19 4 3 44-13 61
2.Pelita Jaya 26 18 3 5 51-20 57
3.Arseto Solo 26 13 9 4 50-18 48
4.Krama Yudha 26 11 8 7 21-15 41
5.Makasar Utama 26 12 5 9 21-24 41
6.Arema Malang 26 10 10 6 33-20 40
7.Palu Putra 26 10 10 6 25-15 40
8.Semen Padang 26 11 4 11 27-30 37
9.Perkesa Mataram 26 8 9 9 26-27 33
10.Medan Jaya 26 6 6 14 18-32 24
11.Pusri Palembang 26 5 6 15 22-52 21
12.Lampung Putra 26 5 5 16 17-42 20
13.Warna Agung 26 4 7 15 11-33 19
14.Bandung Raya 26 4 6 16 20-45 17

=================================================
1988/89 Galatama IX Arema finish diperingkat ke-8 dari 18 tim, dan menempatkan Mecky Tata sebagai top scorer dgn 18 gol, berbagi dgn top scorer Bandung Raya Dadang Kurnia, Arema diarsiteki Sinyo Aliandoe kemudian digantikan pelatih muda pada waktu itu Almarhum. Andi M Teguh.

Galatama IX 1988/89
Klasemen Akhir:


1.Pelita Jaya 34 17 12 5 51-21 46
2.Niac Mitra 34 18 10 6 44-21 46
3.Arseto 34 16 9 9 38-24 41
4.Petrokimia Putra 34 15 10 9 32-26 40
5.Medan Jaya 34 14 10 10 41-32 38
6.Semen Padang 34 14 9 11 35-27 37
7.Bandung Raya 34 13 10 11 33-27 36
8.Arema Malang 34 14 8 12 33-32 36
9.Pupuk Kaltim 34 11 12 11 26-28 34
10.Makassar Utama 34 12 10 12 29-38 34
11.Krama Yudha Tiga Berlian 34 9 14 11 36-31 32
12.Warna Agung 34 10 12 12 24-33 32
13.Pusri Palembang 34 12 7 15 28-34 31
14.B.P.D. Jateng 34 10 10 14 28-31 30
15.Palu Putra 34 8 13 13 19-30 29
16.Perkesa Mataram 34 8 13 13 20-35 29
17.Lampung Putra 34 8 11 15 23-37 27
18.Barito Putra 34 3 8 23 14-47 14
=================================================
1990 Galatama X Arema finish di urutan ke- 4 dari 18 tim ketika itu Arema di arsiteki oleh Alm. Andi M Teguh.
Galatama X 1990
Klasemen Akhir:


1.Pelita Jaya 34 16 14 4 45-19 46 Jakarta
2.Krama Yudha Tiga Berlian 34 19 6 9 53-27 44 Bekasi
3.Pupuk Kaltim 34 15 11 8 36-19 41 Bontang
4.Arema Malang 34 15 11 8 31-26 41 Malang
5.Arseto Solo 34 14 12 8 38-28 40 Solo
6.Niac Mitra 34 15 8 11 43-31 38 Surabaya
7.Semen Padang 34 14 10 10 43-32 38 Padang
8.Pusri Palembang 34 11 12 11 37-37 34 Palembang
9.Petrokimia Putra 34 13 8 13 32-32 34 Gresik
10.Lampung Putra 34 10 13 11 28-32 33 Bandar Lampung
11.Palu Putra 34 12 9 13 33-39 33 Palu
12.Medan Jaya 34 11 10 13 38-40 32 Medan
13.BPD Jateng 34 11 7 16 37-39 29 Semarang
14.Makasar Utama 34 7 15 12 27-37 29 Makasar
15.Perkesa Mataram 34 6 14 14 25-33 26 Yogyakarta
16.Barito Putra 34 8 10 16 30-47 26 Banjarmasin
17.Bandung Raya 34 8 9 17 38-56 25 Bandung
18.Warna Agung 34 7 9 18 24-51 23 Jakarta
(dellgazza/Heri Choeqlieg Siswanto)

 

Awal Mula Perjalanan Arema

Awalnya tinggal di barak prajurit TNI AU

KETIKA Kompetisi Galatama semarak di beberapa kota besar, Malang tenang tenang saja. Kalau mau menyaksikan pertandingan Galatama, orang Malang harus lari ke Surabaya untuk menyaksikan Niac Mitra. Padahal Malang layak untuk mendirikan sebuah klub Galatama. Namun Arema pun berdiri. Bagaimana sejarah Arema? "Papi minta ada klub Galatama di Malang." Sepenggal kalimat yang diucapkan Ir Lucky Acub Zaenal kepada Ovan Tobing itulah, barangkali menjadi tonggak awal berdirinya sebuah tim kebanggaan kota Malang yang kini dikenal dengan nama Arema Singo Edan.

Papi yang dimaksud adalah julukan Brigjen (Pur) Acub Zaenal, yang tak lain adalah ayah Lucky sendiri. Sebagai Administrator Galatama saat itu, 'jendral' demikian Acub Zaenal akrab dipanggil, memang berobsesi Malang punya klub Galatama. Keinginan menggebu 'jendral', bermula ketika dia hadir di Stadion Gajayana menyaksikan duel Persema Malang, Perseden Denpasar dan Persegres Gresik. Banyaknya penonton yang menyaksikan pertandingan itu.

Selang beberapa hari kemudian, Acub mengutus Lucky untuk menemui Ovan Tobing. Kebetulan, Ovan saat itu adalah Humas Persema. "Bang, Papi minta ada klub Galatama di Malang," ujar Lucky kala itu kepada Ovan menyampaikan pesan sang ayah. Di Malang, memang sudah berdiri klub sepak bola Armada`86 milik Dirk Soetrisno atau yang biasa dipanggil Derek--almarhum. Derek pun lantas dirangkul. Harus diakui, awal berdirinya Arema tidak lepas dari peran besar Derek dengan Armada 86-nya. Nama Arema awalnya adalah Aremada--gabungan dari Armada dan Arema. Namun nama itu tidak bisa langgeng. Beberapa bulan kemudian diganti menjadi Arema`86. Sayang, upaya Derek untuk mempertahankan klub Galatama Arema`86 banyak mengalami hambatan, bahkan tim yang diharapkan mampu berkiprah di kancah Galatama VIII itu mulai terseok-seok karena dihimpit kesulitan dana.

Dari sinilah, Acub Zaenal dan Lucky lantas mengambil alih dan berusaha menyelamatkan Arema`86 supaya tetap survive. Setelah diambil alih, nama Arema`86 akhirnya diubah menjadi Arema dan ditetapkan pula berdirinya Arema Galatama 11 Agustus 1987 sesuai dengan akte notaris Pramu Haryono SH--almarhum--No 58. "Penetapan tanggal 11 Agustus 1987 itu, seperti air mengalir begitu saja, tidak berdasar penetapan (pilihan) secara khusus," ujar Ovan mengisahkan. Hanya saja, kata Ovan, dari pendirian bulan Agustus itulah kemudian simbol Singo (Singa) muncul. "Agustus itu kan Leo atau Singo (sesuai dengan horoscop)," imbuh Ovan.

Dari sinilah kemudian, Lucky dan, Ovan mulai mengotak-atik segala persiapan untuk mewujudkan obsesi berdirinya klub Galatama kebanggaan Malang. Segala tetek-bengek mulai pemain, tempat penampungan (mess pemain), lapangan sampai kostum mulai diplaning. Bahkan, gerilya mencari pemain yang dilakukan Ovan satu bulan sebelum Arema resmi didirikan. Pemain-pemain seperti Maryanto (Persema), Jonathan (Satria Malang), Kusnadi Kamaludin (Armada), Mahdi Haris (Arseto), Jamrawi dan Yohanes Geohera (Mitra), sampai kiper Dony Latuperisa yang kala itu tengah menjalani skorsing PSSI karena kasus suap, direkrut.

Bahkan pelatih sekualitas Sinyo Aliandoe, juga bergabung. Hanya saja, masih ada kendala yakni menyangkut mess pemain. Beruntung, Lanud Abd Saleh mau membantu dan menyediakan barak prajurit Pas Khas untuk tempat penampungan pemain. Selain barak, lapangan Pagas Abd Saleh, juga dijadikan tempat berlatih. Praktis Maryanto dkk ditampung di barak. "TNI AU memberikan andil yang besar pada Arema," papar Ovan.

Latihan fisik seperti militer

SEBENARNYA niat baik Lanud Abd Saleh yang mengulurkan tangannya dengan menyediakan mess kepada Arema merupakan suatu hal yang luar biasa. Praktis sejak saat itu, mereka ditampung di barak dalam rangka mempersiapkan sebuah tim solid yang mampu berbicara banyak. Selain barak, lapangan Pagas Abd Saleh, juga diperuntukkan sebagai tempat berlatih. "TNI AU memberikan andil yang besar pada sejarah perkembangan Arema," papar Ir Lucky Acub Zaenal. Karena sampai Arema 'besar' (sekarang), Lapangan Pagas masih menjadi tempat berlatih pemain-pemain Arema. Menariknya, saat itu pemain-pemain Arema berlatih fisik layaknya prajurit militer.

Maryanto dkk digembleng fisik di hutan yang masih berada di kawasan Lanud Abd Saleh. Pemain berlari zig-zag diantara rimbunnya pohon. Sebagai klub yang baru berdiri di kancah Galatama, keberadaan Arema sempat menarik perhatian khalayak. Bagaimana sih tampilan tim baru itu? Beruntung, debut perdana Arema kala itu mampu menarik perhatian publik Malang. Arema mendapat kesempatan langka untuk uji coba dengan tim elite asal Negeri Ginseng Korea Selatan (Korsel), Haleluya. Kesempatan itu tidak disia-siakan. Kesempatan itu diperoleh Arema sewaktu Haleluya sedang melakukan pertandingan eksebisi di Indonesia.

Kemudian digandenglah Haleluya untuk bertanding dengan Arema di Stadion Gajayana. Awal debut Arema itu mendapat perhatian besar masyarakat. Mereka berbondong-bondong ke Gajayana. Tiketpun ludes. Ternyata, laga perdana Arema tidak seperti yang diharapkan. Di lapangan Arema menjadi bulan-bulanan pemain-pemain Haleluya yang sarat pengalaman. Kekalahan 5-0 tanpa balas itu berbuntut kekecewaan penonton. Makian dan umpatan tak habis-habisnya dialamatkan kepada 'bayi' Arema. Pokoknya entek-entekan (habis-habisan). Sekedar catatan, salah satu pemain Haleluya yang berlaga di partai eksebisi dengan Arema kala itu, ternyata diketahui sebagai kakak kandung Han Yong Kuk, legiun asing asal Korsel yang dimiliki Arema diguliran LI VII 2001.
Namun, Arema terus berbenah. Pelajaran mahal dari Haleluya dijadikan acuan untuk perkembangan ke depan. Cacian maupun makian dijadikan cambuk. Toh, berdirinya Arema juga sempat mengundang kecurigaan aparat waktu itu. Maklum, sebutan Arema identik dengan dunia sindikat, geng, dan segala tetek-bengek berbau kriminal. Buntutnya, Ovan Tobing terpaksa harus bolak-balik untuk dimintai keterangan aparat TNI. Namun, lewat upaya keras yang meletihkan, akhirnya Arema yang motivasi awal didirikan untuk mengangkat martabat dan harga diri warga Malang itu perlahan-lahan mulai berkibar.
http://www.wearemania.net/sejarah/270-awal-mula-berdirinya-klub-arema

Arema Indonesia


Arema Indonesia, dahulu bernama Arema Malang, adalah sebuah klub sepak bola yang bermarkas di Malang, Jawa Timur, Indonesia. Arema didirikan pada tanggal 11 Agustus 1987, Arema mempunyai julukan "Singo Edan" . Mereka bermain di Stadion Kanjuruhan dan Stadion Gajayana. Arema adalah tim sekota dari Persema Malang. Di musim 2010-11, di acara launching sempat menggunakan nama Arema FC, namun dua hari kemudian kembali lagi ke nama Arema Indonesia.

Sejak hadir di persepak bolaan nasional, Arema telah menjadi ikon dari warga Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu) dan sekitarnya. Sebagai perwujudan dari simbol Arema, hampir di setiap sudut kota hingga gang-gang kecil terdapat patung dan gambar singa. [3]Kelompok suporter mereka dipanggil Aremania dan Aremanita (untuk pendukung wanita)

Sejarah

Nama Arema pada masa Kerajaan

Nama Arema adalah legenda Malang. Adalah Kidung Harsawijaya yang pertama kali mencatat nama tersebut, yaitu kisah tentang Patih Kebo Arema di kala Singosari diperintah Raja Kertanegara. Prestasi Kebo Arema gilang gemilang. Ia mematahkan pemberontakan Kelana Bhayangkara seperti ditulis dalam Kidung Panji Wijayakrama hingga seluruh pemberontak hancur seperti daun dimakan ulat. Demikian pula pemberontakan Cayaraja seperti ditulis kitab Negarakretagama. Kebo Arema pula yang menjadi penyangga politik ekspansif Kertanegara. Bersama Mahisa Anengah, Kebo Arema menaklukkan Kerajaan Pamalayu yang berpusat di Jambi. Kemudian bisa menguasai Selat Malaka. Sejarah heroik Kebo Arema memang tenggelam. Buku-buku sejarah hanya mencatat Kertanegara sebagai raja terbesar Singosari, yang pusat pemerintahannya dekat Kota Malang.

Nama Arema di dekade '80-an

Sampai akhirnya pada dekade 1980-an muncul kembali nama Arema. Tidak tahu persis, apakah nama itu menapak tilas dari kebesaran Kebo Arema. Yang pasti, Arema merupakan penunjuk sebuah komunitas asal Malang. Arema adalah akronim dari Arek Malang. Arema kemudian menjelma menjadi semacam "subkultur" dengan identitas, simbol dan karakter bagi masyarakat Malang. Diyakini, Arek Malang membangun reputasi dan eksistensinya di antaranya melalui musik rock dan olahraga. Selain tinju, sepak bola adalah olahraga yang menjadi jalan bagi arek malang menunjukkan reputasinya. Sehingga kelahiran tim sepak bola Arema adalah sebuah keniscayaan.

Awal mula berdirinya PS Arema

(Arema Football Club/Persatuan Sepak Bola Arema nama resminya) lahir pada tanggal 11 Agustus 1987, dengan semangat mengembangkan persepak bolaan di Malang. Pada masa itu, tim asal Malang lainnya Persema Malang bagai sebuah magnet bagi arek Malang. Stadion Gajayana –home base klub pemerintah itu– selalu disesaki penonton. Dimana posisi Arema waktu itu? Yang pasti, klub itu belum mengejawantah sebagai sebuah komunitas sepak bola. Ia masih jadi sebuah “utopia”.
Adalah Acub Zaenal mantan Gubernur Irian Jaya ke-3 dan mantan pengurus PSSI periode 80-an yang kali pertama punya andil menelurkan pemikiran membentuk klub Galatama di kota Malang setelah sebelumnya membangun klub Perkesa 78. Jasa “Sang Jenderal” tidak terlepas dari peran Ovan Tobing, humas Persema saat itu. “Saya masih ingat, waktu itu Pak Acub Zainal saya undang ke Stadion Gajayana ketika Persema lawan Perseden Denpasar,” ujar Ovan. Melihat penonon membludak, Acub yang kala itu menjadi Administratur Galatama lantas mencetuskan keinginan mendirikan klub galatama. “You bikin saja (klub) Galatama di Malang,” kata Ovan menirukan ucapan Acub.
Beberapa hari setelah itu, Ir Lucky Acub Zaenal –putra Mayjen TNI (purn) Acub Zaenal– mendatangi Ovan di rumahnya, Jl. Gajahmada 15. Ia diantar Dice Dirgantara yang sebelumnya sudah kenal dengan dirinya. “Waktu itu Lucky masih suka tinju dan otomotif,” katanya. Dari pembicaraan itu, Ovan menegaskan kalau dirinya tidak punya dana untuk membentuk klub galatama. “Saya hanya punya pemain,” ujarnya. Maka dipertemukanlah Lucky dengan Dirk “Derek” Sutrisno (Alm), pendiri klub Armada ‘86.
Berkat hubungan baik antara Dirk dengan wartawan olahraga di Malang, khususnya sepakbola, maka SIWO PWI Malang mengadakan seminar sehari untuk melihat "sudah saatnyakah Kota Malang memiliki klub Galatama?" Drs. Heruyogi sebagai Ketua SIWO dan Drs. Bambang Bes (Sekretaris SIWO) menggelar seminar itu di Balai Wartawan Jl. Raya Langsep Kota Malang. Temanya "Klub Galatama dan Kota Malang", dengan nara sumber al; Bp. Acub Zainal (Administratur Galatama), dari Pengda PSSI Jatim, Komda PSSI Kota Malang, Dr. Ubud Salim, MA. Acara itu dibuka Bp Walikota Tom Uripan (Alm). Hasil atau rekomendasi yang didapatkan dari seminar: Kota Malang dinilai sudah layak memiliki sebuah klub Galatana yang professional.

Harus diakui, awal berdirinya Arema tidak lepas dari peran besar Derek dengan Armada 86-nya. Nama Arema awalnya adalah Aremada-gabungan dari Armada dan Arema. Namun nama itu tidak bisa langgeng. Beberapa bulan kemudian diganti menjadi Arema`86. Sayang, upaya Derek untuk mempertahankan klub Galatama Arema`86 banyak mengalami hambatan, bahkan tim yang diharapkan mampu berkiprah di kancah Galatama VIII itu mulai terseok-seok karena dihimpit kesulitan dana.
Dari sinilah, Acub Zaenal dan Lucky lantas mengambil alih dan berusaha menyelamatkan Arema`86 supaya tetap survive. Setelah diambil alih, nama Arema`86 akhirnya diubah menjadi Arema dan ditetapkan pula berdirinya Arema Galatama pada 11 Agustus 1987 sesuai dengan akte notaris Pramu Haryono SH–almarhum–No 58. “Penetapan tanggal 11 Agustus 1987 itu, seperti air mengalir begitu saja, tidak berdasar penetapan (pilihan) secara khusus,” ujar Ovan mengisahkan.
Hanya saja, kata Ovan, dari pendirian bulan Agustus itulah kemudian simbol Singo (Singa) muncul. "Agustus itu kan Leo atau Singo (sesuai dengan horoscop),"imbuh Ovan. Dari sinilah kemudian, Lucky dan, Ovan mulai mengotak-atik segala persiapan untuk mewujudkan obsesi berdirinya klub Galatama kebanggaan Malang.